PANJI, DESA PERCONTOHAN IMPLEMENTASI PROGRAM INTEGRASI LAYANAN PRIMA KEMENKES-RI

21 Mei 2024 18:42:21 WITA

Desa Panji Kecamatan Sukasada dipilih sebagai lokus percontohan implementasis program Integritas Layanan Prima (ILP). Di mana, ILP ini adalah program rintisan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI).  ILP sendiri menggabungkan beberapa kegiatan Posyandu di menjadi satu program.

Mengawali implementasi dari program ini telah ditetapkan desa yang dijadikan proyek percontohan. Kecamatan Sukasada dilaksanakan di Desa Panji. Awal pelaksanaan program ini, Selasa (21/5/2024) digelar sosialisasi ILP di aula kantor perbekel setempat. Sosialisasi dibuka Perbekel Jro Mangku MD Ariawan, S.S.T Par. M.B.A,. didampingi Kepala Seksi (Kasi) Kesra Gede Ardana, dan mewakili Kepala Puskesmas Sukasada I dr. Sri Agustini.   

Perbekel Panji MD Ariawan mengatakan, merealisasikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di desanya tidak cukup dilakukan oleh pemerintah desa, kecamatan atau kabupaten dan bahkan pemrintah yang lebih tinggi lainnya. Namun, yang paling penting dalam penjabaran kebijakan pemeirntah bidang kessehatan masyarakat ini adalah kerjasama semua stake holders yang ada.

Sejauh ini, pembangunan bidang kesehatan salah satunya program Posyandu diselruh banjar dinas yang ada telah berjalan baik dan mengikuti kebijakan dari pemerintah yang lebih tinggi. Meski begitu, peningkatan kinerja masih perlu dilakukan. Ditunjuknya Panji sebagai desa percontohan implementasi ILP, ini menjadi kesempatan “emas” yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Untuk itu, tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini bertugas di desa bersama kader dari 11 Posyandu di banjar dinas diingatkan untuk semangat mengimplementasikan ILP. Bukan saja realsiasi programnya saja, tetapi penduduk yang menjadi “sasaran” dari ILP bisa menerima manfaat dan target bessarnya terujud kesehatan masyarakat yang prima. “Kami siap menjalankan ILP. Peran nakes, kader Posyandu dan kader KPM yang sudah kami tetapkan bisa merealisasikan program pemerintah sehingga pelayanan kessehatan masyarakat di desa kami menjadi prima,” katanya.

Sementara itu dr. Sri Agustini mengatakan, jika sebelumnya program Posyandu terpisah, sekarang dirubah menjadi satu integrasi pelayanan. Nantinya, di maisng-masing banjar dinas akan dilaksanakan program Posyandu untuk Ibu Hamil (Bumil), Balita, Remaja, dan penduduk lanjut usia (Lansia).

Setelah lounching, sebenarnya ILP diterapkan menyeluruh tahun 2025 mendatang. Namun sebagi ujicoba, pemerintah memilih desa-desa yang dinilai siap menjalankan ILP. Panji di pilih karena kelengkapan nakes di desa ini telah lengkap di mana ada dua orang bidang dan perawat. Nantinya, seluruh kader Posyandu dan kader KPM ini memulai melaksanakan program ILP ssesuai petunjuk tenis dan didampingi oleh tim Puskemas Sukasada I. “ILP ini wadah melaksanakan siklus hidup manusia, di mana dari hamil, balita, menginjak remaja dan lansia. Panji dessa ujicoba karena memang di sini nakesnya lengkap. SSehingga kader poyandu yang ada mulai bekerja menetapkan penduduk sasaran, kemudian diususlkan lewat mussyawarah desa untuk menyiapkan sarana praaran dan anggaran,” tegasnya. (humas pemdes panji)  

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi PANJI

tampilkan dalam peta lebih besar